Minggu, 18 Mei 2014

Tehnik proses pengolahan BERAS


TEKNIK PENGGILINGAN PADI
Teknik penggilingan padi yang baik melalui
tahapan proses sebagai berikut :
- Persiapan bahan baku
Untuk menghasilkan beras yang berkualitas
harus menggunakan bahan baku gabah yang
berkualitas pula. Gabah harus diketahui
varietasnya, asal gabah, kapan dipanen,
kadar air gabah dan langsung dikeringkan
sampai kadar air 14% , baik melalui
penjemuran atau menggunakan alat
pengering. Penundaangabah kering panen
lebih 2 -3 akan menimbulkan kuning. Gabah
yang sudah kering sebaikknya dicegah tidak
kehujanan karena dapat meningkatkan butir
patah dan menir. Usahakan gabah yang
digiling adalah gabah kering panen ( GKG)
yang barau dipanen agar penampakan putih
cerah dengan cita rasa yang belum berubah.
Bila menggunakan gabah kering yang telah
disimpan lebih dari 4 bulan atau 1 musim,
maka penampakan beras tidak optimal
( buram) dan terjadi perubahan cita rasa
( tingkat kepulenan menurun) .
- Proses Pemecahan Kulit
Pada proses ini, mula-mula tumpukan gabah
( GKG) disiapkan di dekat lubang pemasukan
( corong sekam) gabah. Mesin penggerak
dan mesin pemecah kulit dihidupkan,
kemudian corong sekam dibuka-tutup
dengan alat klep penutup. Proses pemecah
kulit dilakukan 2 kali ( ulangan) dan diayak
1 kali dengan alat ayakan beras pecah kulit
agar dihasilkan beras pecah kulit ( BPK) .
Ayakan BPK untuk varietas butir bulat
( ukuran lubang ayakan 0, 8 inci) dan butir
panjang ( ukuran lubang ayakan 1 inci)
berbeda. Proses pemecah kulit berjalan baik
bila butir gabah pada beras pecah kulit tidak
ada. Namun bila masih banyak butir gabah
harus distel kembali struktur rubber roll dan
kecepatan putarannya.
- Proses Penyosohan Beras
Proses ini menggunakan alat penyosoh tipe
friksi yaitu gesekan antar butiran, sehingga
dihasilkan beras yang penampakannya
bening. Beras pecah kulit disosoh 2 kali.
Penyosohan pertama menggunakan mesin
penyosoh tipe kulit friksi ( dapat digunakan
merk ICHI N 120 kapasitas 1200 kg per jam)
dan sosoh kedua menggunakan mesin
penyosoh merk ICHI N 70 kg per jam) . Perlu
diperhatikan kecepatan putaran untuk
mencapai beras berkualitas adalah 1100 rpm
dengan menyetel gas pada mesin penggerak
dan menyetel katup pengepresan keluarnya
beras. Proses penyosohan berjalan baik bila
rendemen beras yang dihasilkan sama atau
lebih dari 65% dan derajat sosoh sama atau
lebih dari 95% . Untuk mengelompokkan
kelas mutu beras dapat ditambah ayakan
beras. Dianjurkan menggunakan alat
penyosoh tipe friksi karena menghasilkan
kehilangan hasil selama penggilingan
terendah ( 3, 14% dibanding alat penyosoh
tipe abrasive ( 3, 54% ) .
Usaha meningkatkan mutu beras hasil giling
tergantung dari produk akhir yang diinginkan
konsumen. Ada 3 jenis preferensi kondumen
terhadap beras, yaitu beras bening, beras
putih dan beras mengkilap. Untuk
memproduksinya diperlukan proses yang
berbeda. Untuk pembuatan beras dengan
penampakan bening menggunakan alat
penyosoh tipe friksi, untuk beras putih
menggunakan alat penyosoh tipe abrasive
dan untuk beras putih menggunakan alat
penyosoh sistem pengkabutan.
- Proses Pengemasan
Beras hasil giling sebaiknya tidak langsung
dikemas, sampai sisa panas akibat
penggilingan hilang. Jenis kemasan
disarankan memperhatikan beras isinya.
Untuk kemasan lebih dari 10 kg sebaiknya
menggunakan karung plastik yang dijahit
tutupnya. Sedangkan untuk yang ukuran 5 kg
dapat dengan kantong plastik dengan tebal
0, 8 mm. Fakta yang perlu diperhatikan
dalam memilih jenis kemasan adalah
kekuatan kemasan, bahan kemasan
( sebaikknya bersifat tidak korosif dan tidak
mencemari produk beras, kedap udara atau
pori-pori penyerapan uap air dari luar tidak
mengganggu peningkatan kadar air beras
dalam kemasan) , serta label kemasan untuk
beras hendaknya mencantumkan nama
varietas ( untuk menghindari pemalsuan) .
- Proses Penyimpanan
Tempat penyimpanan beras yang harus
diperhatikan adalah kondisi tempat
penyimpanan harus aman dari pencurian dan
tikus, bersih, bebas kontaminasi hama
( Caliandra sp. Dan Tribolium sp.) dan
penyakit gudang, ada pengaturan aerasi,
tidak bocor dan tidak lembab. Sebelum beras
disimpan sebaiknya dilakukan pemeriksaan.
Karung keras diletakkan diatas bantalan
kayu yang disusun berjejer dengan jarak 50
cm untuk pengaturan aerase, tidak langsung
kontak dengan lantai untuk menghindari
kelembaban, memudahkan pengendalian
hama ( fumigasi) , serta teknik penumpukan
beras.

1 komentar: